5 Cara Paling Ampuh Agar Listrik Tidak Jeglek ( Meski Banyak Beban )

Listrik jeglek atau turun bisa disebabkan karena beban yang terlalu tinggi melebihi kapasitas tegangangan yang tersedia. Bisa juga karena adanya konslet pada peralatan elektronik yang tersambung kedalam jaringan listrik dirumah.

Kelebihan beban yang membuat listrik anjlok alias jeglek biasanya terjadi saat kita menggunakan peralatan elektronik secara bersamaan.

Misal, meteran listrik dirumah kita merupakan golongan daya R1-900VA.

Lalu kita menyalakan Komputer (150watt), AC (300watt), Rice Cooker (250watt), Kulkas (100watt), Pompa Air (200 watt), belum lagi ditambah lampu-lampu lainya.

Akibatnya terjadi arus berlebih dan MCB pada meteran listrik tidak kuat menahan beban sehingga terjadilah listrik turun / meteran jeglek.

Sementara untuk kasus konsleting listrik, MCB akan jeglek untuk memutuskan arus listrik demi keamanan.

Lalu bagaimana cara agar listrik tidak turun? Berikut ini 5 cara untuk mengatasi agar listri tidak jeglek

 

1. Tambah daya

Anda bisa mengatasi kekurangan daya listrik dengan cara menambah daya sesuai kebutuhan, cara ini paling mudah dilakukan untuk memperkuat daya listrik dan menghindari listrik jeglek karena kelebihan beban.

Masalahnya tentu tidak murah untuk menambah daya, tapi jika hal itu sudah menjadi suatu kebutuhan tentu saja pilihan ini harus diambil.

Anda tentu tidak ingin jika peralatan elektronik kesayangan anda menjadi rusak akibat seringnya listrik anda turun.

2. Jangan Gunakan Peralatan Elektronik Bersamaan

Meski sepele, tapi hal ini sangat efektif untuk mengatasi listrik yang anjlok karena kelebihan beban. Usahakan anda tidak menyalakan peralatan elektronik secara bersamaan.

Misal, anda bisa menggunakan setrika lisrik di siang hari dan pada saat yang bersamaan jangan menyalakan komputer / mesin cuci secara bersamaan.

Anda bisa mengatur penggunaan alat elektronik sesuai kebutuhan  dengan memperhitungkan beban dengan daya listrik yang digunakan.

3. Perbaiki Instalasi Listrik

Instalasi listrik yang semrawut dengan kabel dan colokan yang tidak standar seringkali menimbulkan konsleting. MCB yang sudah usang juga biasanya akan lemah dan terlalu sensitif terhadap tegangan listrik yang naik tiba-tiba dan menybabkan listrik jeglek.

Anda bisa mulai mengganti kabel yang tidak standar dengan kabel yang sesuai peruntukanya.

Jika penggunaan listrik dirumah anda tergolong besar, ada baiknya juga membagi MCB kedalam beberapa MCB yang lebih kecil.

Misalkan dari meteran listrik ke MCB utama, kemudian dibagi lagi MCB untuk lantai 1, MCB untuk lantai 2 dan seterusnya.

4. Gunakan alat Soft Starter / Inverator/ Anti Jeglek

Saat ini sudah banyak yang menyediakan Inverator atau Soft Starter, alat ini berfungsi untuk menstabilkan arus listrik pada peralatan elektronik yang baru dinyalakan.

Cara kerja alat anti jeglek/soft starter/slow starter/inverator adalah untuk menahan arus starting dari peralatan yang menggunakan listrik disaat mulai menghidupkan peralatan tersebut.

Pada umumnya, arus listrik yang dibutuhkan oleh peralatan elektronik yang baru dinyalakan biasanya bisa mencapai 3 x lipat dari arus yang digunakan saat peralatan tersebut berjalan normal / stabil.

Anda bisa membeli alat anti jeglek ini secara online maupun di toko listrik sekitar anda.

Harga yang ditawarkan mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu tergantung dari kualitas dan kemampuan alat tersebut mengatasi listrik anjlok.

Anda juga bisa membuat alat inverator sendiri dengan cara dibawah ini.

 

5. Buat Alat Anti Jeglek ( Inverator ) Listrik Sendiri

Cara kerja alat anti jeglek/soft starter/slow starter/inverator adalah untuk menahan arus starting dari peralatan yang menggunakan listrik disaat mulai menghidupkan peralatan tersebut, yang mana arus/ampere disaat starting dapat mencapai 3X lipatnya arus running. Jadi tidak ada penambahan daya disini. Kalau penghematan biaya tagihan listrik sudah pasti ada. ( bohong jika ada alat anti jeglek untuk manambah daya listrik ).

Seperti yang sudah kita ketahui secara umum, bahwa kawat nichrom/niklin adalah sejenis kawat yang mempunyai resistansi (ohm) yang lebih besar dari jenis kawat tembaga/kuningan dll.

Setiap cm kawat nichrom/niklin dapat diukur resitansi/ohm nya.

Karakteristik dari kawat nichrom/niklin
Panjang pendeknya kawat niklin akan menentukan besar kecilnya Voltage/Tegangan yang di tahan, semakin panjang kawat niklin semakin besar nilai resitansinya dan semakin besar tegangan yang ditahanya, begitu sebaliknya.

Besar kecilnya diameter kawat niklin akan menentukan besar kecilnya Arus/Ampere yang di tahan,
Semakin besar diameternya akan semakin besar Arus yang di tahan, begitu sebaliknya.

Arus running tetap sesuai dengan MCB yang terpasang sebagai pembatas arusnya, MCB akan jeglek/trip apabila arus yang melaluinya melebihi kapasitasnya sebesar 1,5 X dari spesifikasinya.

Jika ingin membuat anti jeglek/soft starter dengan menggunakan kawat nichrom/niklin yang terpenting ada ukuran diameter kawatnya, karena penampang/diameter kawat untuk menahan Arus starting beban peralatan listrik. Sedangkan semakin panjang kawatnya akan semakin besar nilai resistansinya dan akan menahan tegangan yang besar, sehingga tegangan output menjadi drop.

Cara Membuatnya Sebagai Berikut :
Dengan MCB pembatas 2A – 10A dapat menahan daya starting peralatan listrik sebesar 900 – 5.000W, maka siapkan kawat nichrom/niklin dengan resistansi 5 – 6 ohm sebanyak 2 bh yang dihubungkan secara paralel dalam perakitanya. (total nilai resistansinya 2,5 – 3 ohm)

Dengan MCB pembatas 16A – 32A dapat menahan daya starting peralatan listrik sebesar 5.000 – 10.000W, maka siapkan kawat nichrom/niklin dengan resistansi 11 – 12 Ohm sebanyak 4 bh yang dihubungkan secara paralel dalam perakitanya. (total nilai resistansinya 2,5 – 3 Ohm)

Total beban starting yang dapat ditahan sebesar 5290W dengan MCB pembatas 6A, yang terdiri dari :
1. Heater batang 1000W
2. Bor beton 720W
3. Gerinda tangan 670W
4. Cutting wheel 2000W
5. Mesin Las Inverter 900W

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1. Kawat Nichrom/Niklin (sesuai kebutuhan)
2. Kertas Isolator tahan panas
3. Selongsong kabel Isolator tahan panas
4. Sok Skun kabel diameter 1,5mm-2,5mm (untuk koneksi antara kawat niklin dan kabel)
5. Alumunium/Heat sink (tebal dan bersirip)
6. Kabel NYYHY 1,5mm-2,5mm (sesuai kebutuhan)
7. Kipas Ex haust 12V/220V (jika menggukan kipas 12V gunakan trafo step down,dioda brigde & Capasitor 1000mf/25V)
8. Terminal kabel atau stop kontak (sesuai peruntukan)
9. Box/Casing Alat terbuat dari material Isolator (plastik/kayu/pvc/poly carbonat dll)

Wiring diagram soft starter/anti jeglek dengan kawat niklin dibawah ini :

Alat anti jeglek/soft starter/inverator/Slow starter yang saya buat menggunakan kawat nichrom/niklin pipih dengan diameter lebar 2 mm tebal 0,4 mm panjang sekitar 60 cm yang didapat dari heater/elemen pemanas dengan kapasitas 2100W/220Vac (kawat niklin dapat dibeli di online shop banyak yang jual).

Sedangkan yang berbentuk bulat gunakan kawat niklin 0,6 – 0,8 mm, kawat niklin digulung dikertas isolator tahan panas kemudian dijepit alumunium dikedua sisinya yang kemudian dipress dengan baut

Alumunium berfungsi sebagai penyerap panas dan membuag hawa panasnya dengan bantuan kipas. (gunakan alumunium yang tebal dan bersirip, lebih banyak siripnya lebih baik pendinginannya)

Alat anti jeglek/soft starter/slow starter/inverator dapat dipakai untuk semua beban yang banyak digunalan di rumah tangga maupun di industri. Dapat dibuat secara portable agar mudah dibawa-bawa atau digunakan secara sentral (tinggal hitung saja berapa daya kebutuhannya untuk sentral ).

Catatan :
– Pemasangan alat setelah MCB meter listrik PLN

– Tidak akan terkena opal/denda dari PLN (karena instalasi didalam rumah yang di pasang, bukan dimeter listrik)

– Sesuaikan ukuran/diameter kabel dengan kebutuhan bebannya (supaya kabel tidak panas)

– Pasang MCB bypas di alat sesuai dengan MCB di meter listrik, apabila terjadi kerusakan dialat, listrik masih bisa on selama alat dalam perbaikan.

– Konsumsi daya dimeter listrik sesuai dengan arus beban yang terpakai

– Penghematan listrik hanya terjadi saat starting peralatan saja, setelah peralatan running stabil tidak ada penghematan.

*Artikel cara membuat inverator ini diambil dari blog, bangdjo73.blogspot.co.id/2017/09/bongkar-rahasia-dan-buat-sendiri-anti.html

Masih bingung dengan cara membuat inverator? simak video cara membuat inverator dibawah ini :

Semoga bermanfaat 🙂



Tidak menemukan solusi yang anda cari? silahkan kirim email kepada redaksi anekacara.com dengan permasalahan serta solusi yang anda inginkan. Kirim kan email ke : redaksi@anekacara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *