Cara Cek Kapasitor Mesin Cuci ( Masih Bagus tau Sudah Rusak )

Mengecek kapasitor mesin cuci kadang perlu dilakukan untuk mencari tau penyebab mesin cuci anda yang tiba-tiba berdengung, atau putaran dinamo lambat pada saat mesin cuci dihidupkan. Sebenarnya saat mesin cuci bermasalah bisa jadi ada satau atau beberapa komponen yang bermasalah dan berimbas pada kinerja mesin cuci yang menurun.

Cara terbaik adalah dengan mengeceknya secara manual dengan melihat secara fisik, apakah ada gangguan pada kabelnya atau hal lain.

Jjika anda menduga kapasitor mesin cuci yang jadi biang masalahnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengeceknya antara lain:

1). Lakukan pengecekan pada kapasitor
Buka penutup mesin cuci bagian belakang dan lakukan pengecekan pada kapasitor mesin cuci Anda. Jika Anda menggunakan mesin cuci dua tabung maka kapasitor dinamonya ada dua, yaitu dinamo pencuci serta dinamo pengering.

Lihat dan perhatikan kapasitor tersebut jika dinamonya tidak berputar atau lambat dan harus dibantu dengan tangan, berarti kapasitornya rusak.

Tapi setiap kapasitor memiliki ukuran yang berbeda, cara mengeceknya dengan melihat keterangan tulisan yang terdapat pada kapasitor tersebut.

2). Dengarkan bunyi mesin cuci
Anda juga dapat melakukan pengecekan dengan mendengarkan bunyi yang berasal dari mesin cuci. Apabila bunyi mesin cucinya berdengung, maka kapasitor tidak berfungsi dengan baik. Anda bisa melakukan penggantian kapasitor tersebut jika tidak bisa diperbaiki.

3). Lakukan pengecekan kabel
Cara selanjutnya dengan melakukan pengecekan kabel-kabel. Ambil dan perhatikan kabel pada kapasitor, coba mengurutkan kabel-kabel tersebut. Warna kabel pada dinamo pencuci dan dinamo pengering berbeda, maka jangan sampai tertukar. Fungsi kapasitor tidak berjalan normal apabila kabelnya terputus atau digigit tikus.

Jika dari pemeriksaan secara manual seperti diatas anda menduga kapasitor memang bermasalah, sebaikanya jangan langsung menggantinya dengan yang baru.

Cobalah untuk mengecek kapasitor mesin cuci menggunakan alat khusus untuk mengetahui kondisi kapasitor mesin cuci anda.

 

Alat Untuk Mengecek Kapasitor

Jika memiliki dana lebih, anda bisa menggunakan alat yang memang didesain secara khusus untuk mengukur kapasitor seperti LCR Meter dan Capacitance meter

Tapi anda juga bisa menggunakan multi tester universal untuk mengeek kondisi kapasitor ada.

LCR Meter

Untuk mengukur kapasitas dari kapasitor dengan nilai yang kecil, ada alat ukur khusus yang dinamakan LCR meter atau kapasitance meter.

LCR meter adalah salah satu alat ukur yang mempunyai fungsi sama dengan multimeter.

Hanya saja LCR meter merupakan alat ukur khusus untuk mengukur komponen Resistor (R), Induktor (L), dan kapasitor (C). Alat ukur LCR meter dapat mengukur kapasitor dengan ukuran kecil dengan akurat.

 

LCR Meter, alat untuk mengukur kapasitor mesin cuci

 

Capacitance Meter

Alat untuk mengukur kapasitor yang dianggap paling akurat adalah Capacitance meter. Capacitance meter merupakan alat ukur khusus untuk pengukuran semua jenis kapasitor. Capacitance meter mempunyai tingkat akuransi paling tinggi dibandingkan dengan alat ukur lainnya untuk pengukuran kapasitor.

Capacitance meter banyak digunakan pada pengukuran peralatan radio dan instrumentasi.

 

 

Cara mengukur kapasitor dengan LCR Meter

Cara mengukur kapasitor dengan LCR merupakan metode yang paling mudah untuk dilakukan, karena nilai kapasitasi dari kapasitor dapat langsung terbaca pada layar LCR meter. Namun ada hal yang penting pada cara mengukur kapasitor dengan LCR meter.

Langkah pertama cara mengukur kapasitor dengan LCR meter adalah tentukan perkiraan nilai kapasitasi kapasitor yang akan diukur.

Hal ini mudah dilakukan dengan membaca angka pada badan kapasitor tersebut. Sebagai contoh, pada badan kapasitor tertulis 103, berarti nilai kapasitor tersebut adalah 10 nF.

Artinya nanti setelah kapasitor tersebut diukur, maka nilai indikator pada LCR meter harus menunjukan 10 nF atau setidaknya mendekati.

Jika nilai kapasitansi kapasitor yang diukur jauh melenceng dari nilai kapasitor yang seharusnya, maka dapat dikatakan kapasitor tersebut sudah rusak dan tidak dapat dipakai.

 

Cara mengukur kapasitor dengan multimeter Digital

Cara mengukur kapasitor dengan multimeter digital dapat dilakukan jika dalam multimeter digital tersebut terdapat opsi selektor untuk pengukuran capacitance (C).

Jika pada multimeter tidak terdapat fitur untuk pengukuran capacitance, maka pengukuran nilai kapasitor tidak bisa dilakukan. Namun tidak perlu khawatir mengingat hampir semua multimeter standar memiliki fitur untuk pengukuran capacitance.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa pengukuran nilai kapasitansi kapasitor pada multimeter digital biasanya terbatas, tidak seperti LCR meter yang memang dapat mengukur hampir semua nilai kapasitor.

 

 

Dari gambar diatas terlihat jelas bahwa cara mengukur kapasitor dengan multimeter digital sangat mudah. Yang perlu dilakukan dalam pengukuran menggunakan multimeter digital adalah; pertama putar selektor multimeter pada opsi capacitance (C). Biasanya opsi ini ditandai dengan tanda “C” atau simbol kapasitor.

Selanjutnya hubungkan kedua probe multimeter pada kedua elektroda kapasitor elko yang diukur. Maka seketika layar multimeter akan langsung menunjukan nilai kapasitansi dari kapasitor yang diukur. Seharusnya nilai yang tampil pada layar multimeter sama dengan nilai yang tertera pada badan kapasitor. Atau setidaknya nilai yang tertera pada multimeter mendekati.

Apabila nilai yang tampil pada layar multimeter digital melenceng jauh dari nilai yang seharusnya, maka dapat dipastikan kapasitor tersebut rusak atau bocor, sehingga tidak dapat digunakan.

Dengan penjelasan mengenai cara mengukur kapasitor dengan multimeter, anda sudah tahu bahwa mengukur dan menentukan apakah kapasitor masih baik atau tidak begitu mudah.

 

Cara mengukur kapasitor dengan multimeter Analog

Cara mengukur kapasitor dengan multimeter analog dapat dilakukan dengan menggunakan bagian ohm-meter Ohm (Ω) .

Namun perlu diketahui bahwa pengukuran kapasitor dengan multimeter analog hanya bisa dilakukan apabila nilai kapasitansi kapasitor bernilai 1 uF hingga ±2200 uF saja, mengingat keterbatasan sensitivitas dari multimeter itu sendiri. Untuk nilai 1 uF hingga 2200 uF rata-rata berjenis kapasitor elko (Electrolit Condensator).

Sehingga cara mengukur kapasitor dengan menggunakan multimeter analog sangat cocok untuk kapasitor jenis elko.

Akan tetapi pengukuran kapasitor dengan menggunakan multimeter analog sebenarnya tidak sebatas pada kapasitor jenis elko saja.

Jika ada kapasitor jenis lain, misalnya kapasitor mika atau tantalum yang mempunyai nilai diatas 1 uF dapat diukur dengan multimeter analog pada opsi ohm-meter.

Untuk langkah lebih jelas mengenai cara mengukur kapasitor dengan multimeter analog dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Pada gambar diatas terlihat jelas bahwa kapasitor yang masih baik dan dapat digunakan, ketika kedua probe multimeter dihubungkan, maka jarum skala pada multimeter seketika akan bergerak ke kanan dan kembali lagi ke kiri. Berikut kondisi apabila kapasitor rusak dan tidak dapat digunakan:

  • Ketika kedua probe multimter dihubungkan pada kedua kaki kapasitor, dan jarum skala multimeter tidak bergerak sama sekali.
  • Ketika kedua probe multimter dihubungkan pada kedua kaki kapasitor, dan jarum skala multimeter bergerak ke kanan secara penuh. Ini menandakan bahwa kapasitor mengalami hubungan pendek (short).
  • Ketika kedua probe multimter dihubungkan pada kedua kaki kapasitor, dan jarum skala multimeter bergerak ke kanan kemudian kembali ke kiri. Tapi tidak kembali full ke kiri. Hal ini menandakan bahwa kapasitor mengalami kebocoran (leaky).

 

Membaca Hasil pengukuran

  • Jika jarum penunjuk multitester bergerak dari kiri ke kanan dan beberapa saat kemudian jarum penunjuk kembali lagi ke posisi semula, ini menandakan bahwa kapasitor tersebut masih bagus.
  • Jika jarum penunjuk multitester bergerak dari kiri ke kanan namun tidak kembali ke posisi semula, ini menandakan bahwa kapasitor tersebut sudah tidak bagus (rusak).
  • Jika jarum penunjuk multitester tidak bergerak sama sekali, coba pindahkan posisi jarum pengukur dari positif ke negatif atau sebaliknya.
  • Jika posisi sudah dibalik namun jarum pengukur tetap juga tidak bergerak, ini menandakan bahwa kapasitor memang sudah rusak
  • Namun jika setelah posisi jarum pengukur dibalik dan jarum penunjuk multitester bergerak dari kiri ke kanan dan beberapa saat kemudian jarum penunjuk kembali lagi ke posisi semula ini menandakan bahwa kapasitor tersebut masih bagus.

Setelah anda mengetahui kondisi kapasitor mesin cuci anda dari hasil pemeriksaan menggunakan alat diatas, kini anda sudah bisa mengambil keputusan.

Apakah akan mengganti kapasitor yang lama dengan yang baru atau mencoba mencari penyebab masalah pada mesin cuci anda dari komponen lainya.

Semoga manfaat.




Tidak menemukan solusi yang anda cari? silahkan kirim email kepada redaksi anekacara.com dengan permasalahan serta solusi yang anda inginkan. Kirim kan email ke : redaksi@anekacara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *