Cara Kredit Rumah Dengan BPJS Ketenagakerjaan ( Mudah dan Disetujui )

Mungkin banyak yang belum tau secara detail bagaimana cara kredit rumah menggunakan BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan menurut data yang dipublikasikan oleh  finance.detik.com, sampai dengan September 2017 kemarin, baru ada sekitar 300 pekerja yang ikut program ini, padahal alokasi dana yang disediakan mencapai 5 triliun.

Kurangnya informasi seputar kredit rumah menggunakan BPJS bagi karyawan menjadi sebab utama kenapa baru sedikit peserta BPJS KT yang mengikuti program ini. Jadi baca artikel ini sampai selesai agar anda tau bagaimana cara, syarat dan prosedur mengajukan kredit rumah menggunakan BPJS Ketenagakerjaan.

Program KPR Rumah 1% BPJS Ketenagakerjaan

Program ini merupakan salah satu Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang diatur dalam Permenaker No 35 tahun 2016, agar dapat meningkatkan kesejahteraan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya pekerja telah menjadi peserta aktif minimal 1 tahun.

Dengan program ini, anda yang menjadi peserta BPJS Ketenagkerjaan mendapatkan fasilitas :

1. Pinjaman KPR

Melalui program ini, MBR ( Masyarakat Berpenghasilan Rendah ) bisa mendapatkan pinjaman dana untuk membeli rumah kisaran harga Rp120 juta – Rp190 juta. DP (down payment) hanya sebesar 1% dengan bunga 5% per tahun flat, selama 20 tahun.

Jenis pinjaman ini diberikan kepada MBR dan Non MBR. Namun, untukNon MBR syarat DP yang harus dipenuhi adalah sebesar 5% dengan bunga sebesar BI Repo Rate (BI RR) ditambah 3% selama 20 tahun. Harga rumahnya maksimal Rp500 juta.

2. Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP)

Kredit diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai uang muka untuk pinjaman KPR yang akan digunakan. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI), program ini hanya dikhususkan bagi MBR dan tidak untuk Non MBR

Besaran bunga untuk PUMP adalah sebesar BI RR+3% dengan jangka waktu tidak lebih dari 15 tahun.

3. Pinjaman Renovasi Rumah (PRR)

Pinjaman ini diperuntukan untuk kegiatan renovasi rumah dari peserta BPJS Ketenagakerjaan. Besar bunga PRR adalah sebesar BI RR+3% dengan jangka waktu 10 tahun dengan plafon maksimal sebesar Rp 50 juta. Ketentuan ini berlaku bagi MBR dan juga Non-MBR.

Syarat KPR BPJS Ketenagakerjaan

Bagi anda yang berminat memanfaatkan layanan tambahan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan pembiayaan kredit ataupun renovasi rumah, ada beberapa ketentuan/persyaratan yang perlu dipenuhi.

Persyaratan peserta:

  1. Sudah menjadi pegawai tetap di perusahaan minimal 1 tahun.
  2. Peserta sudah 1 Tahun terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan..Seluruh kewajiban administrasi & kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sudah terpenuhi .
  3. Iuran aktif, tidak ada tunggakan iuran kepesertaan.
  4. Belum memiliki rumah sendiri, untuk pengajuan kredit KPR dan PUMP.
  5. Memenuhi syarat dan ketentuan bank penyalur dan OJK (lolos BI Checking, tidak mendapatkan kredit serupa dari bank/instansi manapun).
  6. Telah direkomendasi BPJS Ketenagakerjaan untuk pengajuan kredit.

Persyaratan Rumah yang akan dibeli:

  1. Rumah yang akan dibeli merupakan tempat tinggal pertama. Artinya, bila peserta sudah memiliki rumah dan ingin membeli rumah baru maka tidak diperbolehkan menggunakan program ini.
  2. Rumah yang akan dibeli bisa berupa rumah baru ataupun rumah bekas, dengan maksimal harga yang telah ditetapkan untuk MBR dan Non MBR.

Selain persyaratan yang berkaitan dengan kepesertaan dan kondisi rumah yang akan dibeli seperti diatas, ada hal yang perlu anda ketahui terkait jumlah nilai pinjaman dan jumlah DP yang harus anda siapkan.

Anda bisa memilih kredit rumah bertipe subsidi atau non subsidi dengan persyaratan seperti dibawah ini.

Syarat KPR BPJS Ketenagakerjaan Subsidi:

  • Nilai pinjaman yang diberikan oleh BPJSTK adalah mulai Rp 120 juta sampai Rp 190 juta (sehingga, harga rumah maksimal yang bisa dibiayai memakai KPR BPJS Ketenagakerjaan adalah sekitar Rp 200 juta per unit)
  • Tingkat suku bunga 5% sepanjang jangka waktu kredit
  • Menyediakan uang muka minimal sebesar 1% dari harga rumah
  • Lama jangka waktu pinjaman adalah 20 tahun

Syarat KPR BPJS Ketenagakerjaan Nonsubsidi:

  • Maksimal harga rumah yang bisa dibiayai adalah seharga Rp 500 juta
  • Tingkat suku bunga BI RR plus 3% (Per April 2017, kurang lebih di kisaran 7,75%)
  • Menyediakan uang muka minimal sebesar 5% dari  harga rumah
  • Lama jangka waktu pinjaman adalah 20 tahun

Cara Mengajukan KPR BPJS Ketenagakerjaan

Setelah mengetahui syarat-syarat yang harus disiapkan untuk pengajuan KPR BPJSTK, selanjutnya adalah bagaimana cara mengajukanya.

Anda bisa mengujungi Bank penyalur kredit yang telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa dokumen yang dibutuhkan, antara lain, membawa kartu identitas peserta BPJSTK, KTP, formulir pengajuan, keterangan penghasilan, dan syarat lain yang bisa jadi berbeda-beda di tiap bank.

Untuk saat ini, Bank Tabungan Negara (BTN) sudah menjalin kerjasama dengan BPJSTK,  Dan disusul olehbank-bank milik pemerintah antara lain bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank BNI, Bank Jabar dan Banten.

Setelah nanti kamu melewati proses kelayakan kredit, bank penyalur akan mengonfirmasi permohonan pinjaman kamu kepada BPJS Ketenagakerjaan. Nah, bila terverifikasi dan dinyatakan masuk kualifikasi menjadi penerima kredit, maka bank bisa menyetujui permohonan KPR kamu dan mencairkan dana pinjaman untuk pembelian rumah.

Supaya lebih jelas, berikut ini alur proses pengajuan fasilitas pinjaman perumahan dari BPJS Ketenagakerjaan, termasuk untuk KPR BPJS Ketenagakerjaan via https://www.halomoney.co.id/blog/membeli-rumah-dengan-kpr-bpjs-ketenagakerjaan

Cara Mengajukan kredit Rumah dg BPJS TK

Simulasi KPR BPJS Ketenagakerjaan

Berikutnya adalah simulasi atau contoh penghitungan KPR menggunakan BPJS Subsidi dan DP yang perlu dipersiapkan.

Misalkan anda memilih platform KPR BPJS Subsidi, maka ketentuan yang berlaku adalah :

  • Nilai pinjaman  Rp 120 juta sampai Rp 190 juta
  • Tingkat suku bunga 5% sepanjang jangka waktu kredit
  • Menyediakan uang muka minimal sebesar 1% dari harga rumah
  • Lama jangka waktu pinjaman adalah 20 tahun

Dengan ketentuan diatas, anda bisa membeli rumah dengan harga Rp.190.000.000.

Dengan DP 1% maka anda harus menyiapkan Rp. 1,900.000 sebagi uang muka, sedangkan sisanya sebesar Rp. 188.100.000 bisa anda cicil melalui bank selama 20 tahun dengan bunga sebesar 5% setiap tahun. Flat.

 

Perumahan Bodetabek yang Bisa Dicicil Pakai BPJS Ketenagakerjaan

Beberapa lokasi perumahan BPJS di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang bisa anda jadikan pilihan untuk mengajukan kredit rumah antara lain :

Bogor

  1. Acropolis

Berlokasi di Jalan Raya Karadenan, Cibinong, Bogor, letak perumahan ini berada 2,2km dari dari Stasiun KRL Cilebut. Harga rumahnya yang terendah dipasarkan Rp360 Juta untuk tipe LB 36m2 dan LT 60m2. Sementara tipe 41/71 dibandrol mulai Rp371 Juta.

  1. Panorama Bali Residence

Bagi Anda yang belum sanggup mencicil rumah seharga Rp300 Jutaan, bisa melirik perumahan Panorama Bali Residence yang menawarkan hunian mulai Rp200 Jutaan.

Depok

Sementara jika Anda beralih ke area perbatasan antara Depok dan Bogor seperti Pengasinan, harga jual rumah memang sedikit lebih rendah. Terbukti, di Neo Bumi Citra Lestari rumah tipe 36/72 masih dipasarkan senilai Rp307 Jutaan.

Tangerang

Masih dibangun oleh developer yang sama dengan Panorama Bali Residence, Panorama Sepatan merupakan salah satu perumahan yang layak diincar peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, harga rumah terendah saat ini ditawarkan Rp428 Juta, sehingga masih memenuhi syarat yang diberikan BPJS-TK.

Bekasi

Terakhir, untuk Anda yang ingin tinggal di wilayah Bekasi, Anda bisa mengajukan permohonan KPR untuk unit di Pesona Puri Manggis 4 ke kantor BPJS sesuai domisili. Ada dua tipe yang bisa dipertimbangkan, yakni tipe 36/75 senilai Rp342 Juta dan tipe 36/80 seharga Rp357 Juta.




Tidak menemukan solusi yang anda cari? silahkan kirim email kepada redaksi anekacara.com dengan permasalahan serta solusi yang anda inginkan. Kirim kan email ke : redaksi@anekacara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *