website statistics

Cara menghitung persen kadang agak membingungkan, padahal menghitung persentase itu sangat mudah dilakukan asal tau rumus dan caranya.

Kalau sudah tau rumus dan cara menghitung persen yang sebentar lagi akan mimin paparkan, kamu bisa menghitung diskon persen, menghitung persentase kehadiran, persentasi keuntungan maupun persen dari jumlah tertentu.

Selain cara menghitung persen secara manual, dalam artikel ini juga akan dijelaskan cara menghitung persentase di kalkulator dan di Microsoft Excel.

Sudah siap belajar bagaimana cara mencari persentase dari suatu bilangan atau harga?

Cara Mengitung Diskon Persen

Kemampuan menghitung diskon persen diluar kepala, akan sangat membatu kamu saat shoping di mall yang tengah mengadakan diskon besar-besaran.

Misal kamu akan menemukan sebuah produk dengan diskon 50% , nah bagaimana cara menghitung jumlah dikson dan harga yang harus dibayar?

Yang perlu kamu perhatikan adalah rumus menghitung diskon persen.

Rumus Menghitung Diskon Persen = Harga  – ( % diskon x harga  )

Contoh soal :

Sepasang sepatu sneakers Adidas dijual dengan diskon 50% dimana harga sebelum diskon adalah Rp. 1.000.000,- maka harga yang harus dibayar untuk sepatu tersebut adalah sebagi berikut :

Rumus Menghitung Diskon Persen = Harga  – ( % diskon x harga  )

Harga = 1.000.000 – ( 50/100 x1.000.000 )

Harga = 1.000.000 – 500.000

Harga = 500.000

Maka harga yang harus kamu bayar untuk sepatu dengan diskon 50% tersebut adalah 500.000.

Cara Menghitung Dikson Persen

Lalu bagaimana jika produk yang dijual memiliki diskon 20% + 50% ?apa itu artinya produk tersebut menjadi diskon 70%?

Tentu tidak begitu penghitunganya 🙂

Simak penjelasanya dibawah ini!

Cara Menghitung diskon 20 persen plus 50 persen

Jika satu produk dijual dengan discount 20% ditambah 50% itu artinya bukan jadi diskon 70%. Tapi harga awal dikenakan diskon 20%, harga setelah diskon tersebut dikenakan diskon lagi sebesar 50% dan itulah harga yang harus dibayar.

Agar lebih mudah difahami, ikuti cara menghtiung diskon dibawah ini :

Contoh : Sepasang sepatu senakers Reebok berharga Rp. 1.000.000, lalu dijual dengan diskon 20% + 50 %, berapa harga yang harus dibayar?

Harga Diskon 1 = Harga normal – ( % diskon1 x harga normal )

Harga yang harus dibayar =  Harga diskon 1 – ( % diskon 2 x harga diskon 1 )

Dengan rumus diatas, cari harga diskon 1 terlebih dahulu dengan rumus

Harga Diskon 1 = Harga Normal – ( % diskon 1 x harga normal )

Harga diskon 1 = 1.000.000 – ( 20/100 x 1.000.000 )

Harga diskon 1 = 1.000.000 – 200.000

Harga diskon 1 = 800.000

 

Setelah Harga diskon 1  didapatkan, selanjutnya bisa dicari harga yang harus dibayar.

Harga yang harus dibayar =  Harga diskon 1 – ( % diskon 2 x harga diskon 1 )

Harga yang harus dibayar = 800.000 – ( 50/100 x 800.000 )

Harga yang harus dibayar = 800.000- 400.000

Harga yang harus dibayar = 400.000

Jadi harga yang harus dibayar untuk sepatu sneakers reebok seharga Rp. 1.000.000,- dengan diskon 20% + 50 % adalah sebesar Rp. 400.000,-

Gimana, mudah kan??

Nah, terkadang kita harus menghitung persen dari jumlah, misal 10% dari 2.500  itu berapa, atau sebaliknya, 250 itu berapa persen dari 2.500.

Apakah caranya sama? ikuti terus pembahasannya ya

 

Cara Menghitung Persen Dari Jumlah

Menghitung persen dari jumlah ini berguna saat kita harus menentukan persentase dari jumlah tertentu. Misalkan penduduk di suatu kelurahan sebanyak 12.000 jiwa, 10% dari penduduk tersebut adalah manula.

Berapa jiwakah jumlah manula yang ada di kelurahan tersebut?

Baca Juga :  Bacaan Doa Sholat Dhuha Yang Mustajab dan Shahih

Untuk menjawabnya, gunakan rumus dibawah ini :

Jumlah Manula = Persentase x Jumlah Penduduk

Dengan rumus diatas, kita bisa menghitung dengan cara seperti ini:

Jumlah Manula = 10/100 x 12.000

Jumlah Manula =  1.200

Jadi jumlah manula yang ada di kelurahan tersebut sebanyak 1.200 jiwa. Artinya sama dengan 10% dari total penduduk di kelurahan tersebut yang berjumlah 12.000 jiwa.

Lalu bagaimana jika ingin mencari persentase dari jumlah?

Misalkan dari jumlah penduduk yang 12.000 orang tersebut, ternyata ada 3.000 orang berprofesi sebagai pedagang, berapa persenkah jumlah pedagang tersebut?

Untuk mencari jawabanya gunakan rumus sebagai berikut :

Persentase Pedagang = jumlah pedagang : jumlah penduduk x 100 %

Dengan rumus diatas bisa dicari persentasi dari jumlah pedagang yakni

Persentase Pedagang = 3.000 / 12.000 x 100%

Persentase Pedagang = 25 %

Jadi pedagang yang ada di kelurahan tersebut sebanyak 25 %

 

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Menghitung persentase kenaikan biasanya digunakan untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai. Misalkan persentase kenaikan penjualan dalam sebuah tim marketing dari bulan kemarin dibandingkan bulan ini.

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Misalkan bulan ini tim marketing berhasil menjual 15.000 unit sepeda motor, sementara bulan lalu berhasil menjual 12.000 unit.

Berapa persen kenaikanya?

Rumus mencari persentase kenaikan ini adalah sebagai berikut :

Persentase Kenaikan = ( Capaian bulan ini / Capaian bulan lalu x 100) -100

Dengan rumus diatas, kita bisa mencari besaran persentase kenaikan penjualn tim marketing menjadi seperti dibawah ini.

Persentase Kenaikan = ( 15.000 / 12.000 x 100 ) – 100

Persentase Kenaikan = 25

Jadi persentase kenaikan  yang berhasil dicapai oleh tim marketing diatas sebesar 25 % dibandingkan dengan penjualan bulan lalu.

Sebenarnya masih ada beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk menghitung persentase kenaikan seperti yang ditulis dalam halaman wikihow , tapi cara diatas adalah yang paling sederhana dan mudah dikerjakan.

 

Cara Menghitung Persen Bunga

Menghitung persen bunga sangat berguna saat kamu berencana mengajukan pinjaman atau kredit ke Bank atau lembaga keuangan lainya.

Besaran dari persen bunga ini nantinya menjadi kewajiban kamu untuk melunasinya selain dari pokok pinjaman yang diberikan.

Oh ya perlu kamu ketahui dalam mengitung persen bunga ini dikenal konsep bunga tunggal dan bunga majemuk.

Nah, apa perbedaan bunga tunggal dan bunga mejemuk itu ? Bagaimana cara menghitung persen bunga tunggal? Yuk simak penjelasan berikut!

Perbedaan Bunga Tunggal dengan Bunga Majemuk

Pada dasarnya, bunga tunggal maupun bunga majemuk adalah nilai jasa dari peminjaman suatu modal. Tetapi, ada sedikit perbedaan dalam perhitungannya.

Pada bunga tunggal, besarnya bunga hanya dipengaruhi oleh besarnya uang yang kita tabung. Kemudian, ketika tabungan kita telah berbunga, besarnya bunga pada tahun itu dan selanjutnya tetap dihitung terhadap tabungan kita.

Pada bunga majemuk, ketika tabungan kita telah berbunga, besarnya bunga pada tahun itu dihitung terhadap penjumlahan tabungan dengan bunga kita. Jadi, yang dibungakan bukan hanya tabungan kita, melainkan bunga kita juga ikut dibungakan.

Supaya lebih mudah, coba simak ilustrasi berikut:

Marjono menyimpan uang sebesar satu juta di bank A dan bank B yang keduanya sama-sama memiliki suku bunga 10%. Bedanya, bank A menerapkan sistem bunga tunggal sedangkan bank B menerapkan sistem bunga mjemuk.

Pada tahun pertama, jumlah tabungan Marjono pada bank A adalah:
tabungan awal + bunga tunggal
= 1.000.000 + 1.000.0000 x 10%
= 1.100.000

Sedangkan jumlah tabungan di bank B adalah:
tabungan awal + bunga majemuk
= 1.000.000 + 1.000.000 x 10%
= 1.100.000

Sampai disini belum kelihatan perbedaanya bukan?

Lalu, pada tahun kedua, jumlah tabungan di bank A menjadi:
tabungan tahun pertama + bunga tunggal
= 1.100.000 + 1.000.000 x 10%
= 1.200.000

Sedangkan jumlah tabunga di bank B adalah:
tabungan tahun pertama + bunga majemuk
= 1.100.000 + 1.100.000 x 10%
= 1.100.000 + 110.000
=1.210.000

Baca Juga :  Nasi Bekepor Sambal Raja Khas Kalimantan Timur

Lihat bedanya?

Pada bunga tunggal, besarnya bunga yang kita dapatkan di tahun pertama tidak ikut dibungakan pada tahun kedua dan selanjutnya.

Sedangkan pada bunga majemuk, bunga yang kita dapatkan akan ikut dibungakan pada tahun kedua dan begitu pula selanjutnya.

 

Cara Menghitung Persen Bunga Tunggal

Bunga tunggal adalah bunga yang diperoleh pada setiap akhir jangka waktu tertentu yang tidak mempengaruhi besarnya modal yang dipinjam.

Dalam penyajian besar bunga berupa bunga nominal dan bunga persen (suku bunga). Jika bunga nominal maka besar bunga dalam bentuk nominal. Jika besar bunga persen/ suku bunga dalam bentuk persen.

Adapun rumus untuk menghitung persen bunga dalam tahun adalah

Bunga = b% xM x t

dimana,

b = persen bunga per tahun (%)

M = modal (simpanan/tabungan) awal

t = jangka waktu pinjaman/ simpanan

 

Sedangkan rumus untuk menghitung total pinjaman atau simpanan adalah

Total = Modal + Bunga

Agar lebih mudah dipahami, ikuti pembahasan contoh soal berikut!

 

Contoh 1

Pak Djulfikar  meminjam uang di Bank Gede  sebesar Rp 1.000.000,00. Bank Gede menetapkan besar bunga  20% per tahun. Berapa jumlah total uang yang harus dibayar Pak Djulfikar setelah satu tahun?

Penyelesaian

Diketahui : Modal = 1.000.000

b = 20 %

t =1 tahun

Ditanya : Besar Bunga ? dan Total ?

 

Jawab :

Bunga = b% x M x t

= 20% x 1.000.000 x 1

= 200.000

Diperoleh besar bunga yang harus dibayar Rp 200.000,00 sehingga :

Total = Modal + Bunga

= 1.000.000 + 200.000

= 1.200.000

Jadi, Total uang yang harus dibayarkan Pak Djulfikar adalah sebesar Rp 1.200.000,00

Cara Menghitung Persen Bunga Majemuk

Cara menghitung bunga majemuk dapat dilakukan dengan menggunakan rumus umum bunga majemuk seperti dibawah ini

Rumus Umum Bunga Majemuk
Mn = M \times (1+i % )^n

dimana :
Mn = modal pada akhir tahun ke-n
M = modal awal
i = suku bunga
n = lama waktu

Atau kamu bis amenggunakan Rumus sebagai berikut,

Rumus Umum Bunga Majemuk

B = Mn – M

dengan,
B = besarnya bunga majemuk
Mn = modal pada akhir tahun ke-n
M = modal awal

Agar lebih mudah, coba perhatikan contoh soal berikut ini:

Soal : Agus menabung sebesar 1.000.000 rupiah di bank dengan sistem bunga majemuk dan suku bunga 5% per tahun. Tentukan besarnya tabungan Agus pada akhir tahun ketiga!

Jawab:
Tabungan Agus mula-mula adalah 1.000.000 rupiah. Karena bank tersebut memiliki bunga 5% pertahun, maka besarnya bunga pada tahun pertama adalah 1.000.000 x 5% = 50.000 rupiah.

Total tabungan Agus menjadi 1.050.000 rupiah.

Pada tahun kedua, besarnya bunga adalah 1.050.000 x 5% = 52.500 rupiah. Jadi, total tabungan Agus adalah 1.050.000 + 52.500 = 1.102.500 rupiah.

Pada tahun ketiga, besarnya bunga adalah 1.102.500 x 5% = 55.125 rupiah. Jadi, total tabungan Agus pada akhir tahun ketiga adalah 1.102.500 + 55.125 = 1.157.625 rupiah.

Jika dihitung menggunakan rumus akan menjadi seperti dibawah ini
M_n = M \times (1 + i% )^n
M_3 = 1.000.000 \times (1 + 0,05)^3
M_3 = 1.157.625

Jadi, total tabungan Agus pada akhir tahun ketiga adalah 1.157.625 rupiah.

Lalu bagaimana cara untuk mencari persentase kehadiran?

Siapa yang minggu kemarin bolos? Tunjuk tangan!

Cara Menghitung Persentase Kehadiran

Membuat persentase kehadiran biasanya dilakukan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan kehadiran seseorang dalam suatu kelompok.

Misalkan tingkat kehadiran siswa dalam satu kelas, persentase kehadir karyawan bagian marketing dan seterusnya.

Untuk menghitung persentase kehadiran seluruh siswa dalam satu periode tertentu ( misalkan perbulan atau triwulan ) digunakan rumus manual sebagai berikut

Rumus menghitung persentase kehadiran seluruh siswa

Persentase kehadiran = 100% – A / ( b x c ) x 100%

Dimana :

A = Jumlah ketidak hadiran  semua siswa dalam satu bulan (Alpa, Sakit, Izin)

B = Jumlah Hari Efektif dalam satu bulan

C = Jumlah Siswa dalam Satu Kelas

 

Contoh soal :

Pada bulan September, total ketidak hadiran siswa kelas 6 SDN Payau Merantau sebanyak 13, sedangkan hari efektif untuk belajar sebanyak 26 hari. Jumlah seluruh siswa kelas 6 adalah 30. Berapa persen tingkat kehadiranya?

Baca Juga :  Resep Carabikang Bunga Pelangi | Lumbung Resep

Untuk menyelesaikan soal tersebut adalah sebagai berikut.

Persentase kehadiran = 100% – A / ( b x c ) x 100%

= 100% – 13/(26 x30 ) x 100%

= 100% – 1.300/780

= 100% –  16,6 %

= 83,3 %

Jadi persentase kehadiran siswa kelas 6 SDN Payau Merantau pada bulan September sebesar 83,3%.

Cara diatas juga bisa digunakan untuk menghitung ketidak hadiran pegawai untuk mengetahui tingkat absensi karyawan dalam satu periode tertentu.

Lalu bagaimana jika yang ingin dicari adalah persentase kehadiran satu orang pegawai atau siswa saja?

Bagaimana rumusnya?

Rumus mencari persentase kehadiran siswa / pegawai

Persentase Kehadiran Pegawai = 100% – A / B  x  100%

Dimana,

A = Jumlah Ketidak hadiran Pegawai tersebut

B= Jumlah Hari Kerja

 

Contoh kasus :

Dalam triwulan pertama, Rudy sudah 4 kali tidak masuk kerja karena beberapa alasan. Jumlah hari kerja efektif selama triwulan tersebut adalah 64 hari. Berapa persen tingkat kehadiran Rudi?

 

Jawab :

Persentase Kehadiran Pegawai = 100% – A / B  x  100%

= 100 % – 4/64 x 100 %

= 100 % – 400/64

= 100 % – 6,25 %

= 93,75 %

Maka tingkat kehadiran Rudy selama periode triwulan pertama sebesar 93,75 %

 

Cara Menghitung Persentase Keuntungan

Secara sederhana, cara menghitung persentase keuntungan penjualan dalam berdagang adalah  dengan menghitung harga jual dikurangi modal.

Dari penghitungan tersebut nanti akan didapatkan angka keuntungan atau kerugian.

Lalu bagaimana cara menghitung persentase keutnungan yang benar? gunakan rumus dibawah ini

Rumus menghitung persentase keuntungan

% untung = untung/harga beli x 100%

Contoh soal:

Pak Ahmad baru saja mendapat keuntungan sebesar 500.000 dari hasil menjual domba. Ia membeli domba tersebut dengan harga 2.500.000,.

Berapa persen keuntungan yang diperoleh Pak Ahmad?

% untung = untung / harga beli x 100%

% untung = 500.000 / 2.500.000 x 100 %

% untung = 20 %

Maka persentase keuntungan yang diperoleh Pak Ahmad sebesar 20%

 

Bagaimana jika yang diketahui % keuntungan saja, bagaimana cara menghitung keuntunganya?

Gunakan rumus dibawah ini :

Rumus menghitung keuntungan berdasarkan persentase keuntungan

Untung = % untung/ 100 x Hagra Beli

 

Contoh soal :

Misalkan sebuah Laptop dibeli dengan harga Rp. 3.300.000,- dan dijual dengan persentase untung 15%. Maka besarnya untung dapat dihitung dengan cara berikut.

Untung = % untung/ 100 x Hagra Beli

Untung = (15/100) x 3.300.000

Untung = 495.000

Jadi besarnya untung penjualan adalah Rp.495.000,-

Dari semua contoh penghitungan mencari persentase diatas, apakah kamu menghitung secara manual?

Atau kamu ingin menggunakan kalkulator untuk memperepat penghitunganya? ikuti terus pembahasan berikut ini.

 

Cara Menghitung Persen di Kalkulator

Menghitung persen menggunakan kalkulator sangat mudah dilakukan. Jika tidak memiliki kalkulator, kamu bisa menggunakan program / aplikasi kalkulator baik di HP Android ataupun di Laptop.

Untuk panduan menghitung persen di kalkulator, perhatikan video tutorial dibawah ini :

 

Bagaimana, mudah sekali bukan?

Lalu bagaimana cara cara menghitung persentase di excel?

 

Cara Menghitung Persentase di Excel

Membuat perhitungan persentase menggunakan microsft excel sangat berguna jika data yang akan kamu olah jumlahnya sangat banyak.

Dengan berbagai kmeudahan dalam fitur yang disediakan, kamu akan mampu menghiutng persentase kenaikan gaji, atau persentase kehadiran karywan hanya dalam beberapa langkah saja.

Berikut ini adalah video cara menghitung persentase di excel

Demikianlah cara lengkap untuk menghitung berbagai persentase yang bisa kamu aplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari.

Semoga bermanfaat.




Tidak menemukan solusi yang anda cari? silahkan kirim email kepada redaksi anekacara.com dengan permasalahan serta solusi yang anda inginkan. Kirim kan email ke : redaksi@anekacara.com

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please disable your adblock for read our content.
Refresh