Cara Mengurus Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan, Simpel dan Pasti Cair

Mengurus klaim santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, bahkan jika dokumen yang dipersyaratkan sudah terpenuhi dengan baik dan benar, dalam jangka waktu 3-5 hari kerja klaim anda akan segera cair.

Bulan lalu  saya membantu saudara yang ditinggal mati oleh suaminya. Suaminya merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan selama kurang lebih 5 tahun terakhir ini. Karena dokumen yang saya siapkan belum sesuai peraturan yang diteapkan, jadi saya harus bolak-balik dari dan kantor kelurahan, 3 kali mendatangi perusahaan tempat almarhum suaminya bekerja, dan 4 kali harus bolak-balik ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan di bilangan Mangga Dua, Jakarta Utara. Anda tak perlu merasakan kerepotan yang teramat sangat ini jika mau membaca panduan mengurus santunan kematian BPJS ini hingga tuntas.

Panduan Langkap Cara Mengurus Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Agar tidak mengalami kendala pada proses klaim santunan kematian BPJS anda, sebaiknya anda perlu memperhatikan dan menyiapkan dokumen-dokumen yang WAJIB disertakan sebagai syarat untuk pencairan santunanya.

Pada awalnya saya dengan sangat yakin mempersiapkan semua surat-surat tersebut dan bergegas mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan, tapi apa daya ternyata ada beberapa formulir yang tidak memenuhi syarat.

Sehingga saya harus bolak-balik dan membutuhkan waktu hingga 3 minggu untuk mengurus semua ini.

Padahal ketika semua dokumen sudah lengkap dan terverifkasi, hanya dalam 2 hari, klaim santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan yang saya urus bisa langsung cair.

Agar anda tidak mengalami kesulitan yang sama, ikuti saran saya.

 

1.Mengurus Surat Kematian

Surat kematian ini biasanya dikeluarkan oeh Kantor Kelurahan dimana jenazah almarhum dikebumikan. Untuk pengurusan surat ini biasanya tidak terlalu sulit.

Yang perlu diperhatikan adalah anda mungkin perlu memfoto copy surat keterangan kematian ini dalam jumlah yang agak banyak, 5 atau 10 lembar.

Dan jika tidak repot anda bisa membuat legalisirnya ( ini sifatnya opsional aja ya )

 

2.Membuat Surat Keterangan Ahli Waris

Surat keterangan ahli waris ini dipergunakan sebagai bukti yang sah untuk mendapatkan hak santunan jasa kematian dan jaminan hari tua dari BPJS Ketenagakerjaan. Surat ini bisa dikeluarkan oleh pejabat setingkat Lurah.

Baca Juga :  Cara Mengurus Kartu BPJS Yang Hilang ( 1 Hari Selesai )

Untuk mengurus pembuatan surat keterangan ahli waris, anda bisa mengawali dengan meminta surat pengantar dari RT dan RW, kemudian datang ke Kantor Kelurahan.

Format surat ahl waris biasanya sudah tersedia di Kantor Kelurahan.

Jika almarhum yang wafat meninggalkan anak yang sudah dewasa maka anak tersebut harus ikut menanda tangani surat keterangan ahli waris tersebut.

Anda juga membutuhkan beberapa orang saksi untuk menanda tangani surat keterangan ahli waris ini.

Dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan untuk mengurus surat ketrangan ahli waris ini adalah :

  1. Asli dan Copy KTP ( Suami, Istri, Anak )
  2. Asli dan Copy KK
  3. Asli dan Copy Surat Nikah
  4. Asli dan Copy Surat Kematian
  5. Asli Surat Pengantar RT/RW
  6. Materai
  7. Dokumen lain yang mungkin diminta

Proses pembuatan surat ini tidak terlalu lama, jika semua dokumen pendukungnya sudah lengkap hanya butuh waktu 3-5 hari kerja saja.

Contoh Surat Keterangan Ahli Waris

3. Meminta Surat Keterangan Bekerja

Surat ini dibuat oleh perusahaan tempat peserta BPJS Ketenagakerjaan bekerja, formatnya bebas. Yang paling penting dalam surat itu menjelaskan bahwa ybs benar merupakan karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut sampai dengan tanggal kematianya.

Disertakan juga nomor KTP dan nomor BPJS Ketenagakerjaan / No Kartu Peserta Jamsostek dalam surat tersebut.

Contoh Surat Keterangan Kerja
Contoh Surat Keterangan Kerja

4. Meminta Foto Copy Surat Pemberitahuan Berhenti Sebagai Peserta BPJS

Meski surat ini tidak disebutkan sebagai lampiran wajib dalam formulir Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM), saat itu saya diminta untuk menyiapkanya.

Jadi daripada anda mesti bolak-balik, saya rasa tidak ada salahnya jika anda menyiapkanya.

Surat ini merupakan surat pemberitahuan yang dibuat oleh perusahaan tempat peserta BPJS Ketenagakerjaan bekerja.

Ditujukan kepada Dinas Ketenaga Kerjaan Propinsi yang pada isinya memberitahukan bahwa yang bersangkutan telah berhenti sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan karena meninggal dunia, sehingga perusahaan tidak lagi membayarkan premi atas nama yang bersangkutan.

Jadi anda bisa meminta foto copy surat ini sebagai pelengkap untuk pengisian formulir Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM) .

 

5. Membuat Surat Pernyataan Dokumen Yang Sama ( Opsional )

Surat pernyataan dokumen yang sama ini diperlukan bilamana terdapat perbedaan nama, nomor dan data lain pada dokumen yang wajib disertakan dalam pengurusan klaim santunan  Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM).

Tempo hari saya harus kecewa  karena setelah 3 hari pasca dokumen diterima dan tinggal menunggu pencairan saja, tapi ternyata masih ada yang keliru.

Ternyata ada perbedaan dalam penulisan nama.

Baca Juga :  5 Cara Mengurus Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja ( Gak Ribet )

Dalam surat nikah tertulis BADROWI sementara di dokumen lain tertulis BADRAWI

Petugas di BPJS Ketenagakerjaan dengan ramah, terampil dan jelas memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan.

Syarat untuk mengurus pembuatan surat keterangan dokumen yang sama ini adalah:

  1. Surat Pengantar RT/RW
  2. Formulir Pernyataan Dokumen Yang Sama ( Biasanya Pak RT/RW sudah meyipakan form ini ) Jika tidak tersedia, anda bisa meminta dari Kantor Kelurahan. Tapi Formulir ini harus ditandatangani oleh RT dan RW
  3. Copy dan Asli dokumen yang benar ( misal: Ijazah )
  4. Copy dan Asli dokumen yang salah ( misal : Surat Nikah )

Formulir yang sudah diisi dan ditandangani tadi bisa langsung dibawa ke Kantor Kelurahan, proses penyelesaianya  antara 1-2 hari kerja.

 

5. Memfoto Copy Dokumen

Jika semua dokumen diatas sudah lengkap, buatlah foto-copynya. Lalu dibuat dalam dua bendel.

Bendel pertama untuk dokumen asli, bendel kedua untuk fotocopy.

Dokumen asli ini nantinya akan dipergunakan untuk validasi data saja, jadi anda tak perlu khawatir.

 

6.Ambil Formulir formulir Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM) Langsung Ke Kantor BPJS Terdekat.

Tempo hari karena ingin praktis, saya mendownload formulir Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM)   di halaman ini.

Setelah di cetak kemudian diisi secara lengkap dan diajukan ke perusahaan tempat pesera BPJS bekerja untuk dimintakan tanda tangan dan stempel perusahaan.

Ketika formulir beserta lampiranya ini saya bawa ke Kantor BPJS Ketangakerjaan ternyata DITOLAK.

Karena memang harus menggunakan formulir karbonis ( rangkap tiga ) yang telah disediakan.

Jadi anda harus datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk meminta formulir klaim program jaminan hari tua dan jaminan kematian secara sekaligus ini.

Anda bisa menghubugi resepsionis/bagian informasi.

Ketika saya datang di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Mangga Dua, saya diberikan penjelasan dan informasi yang sangat baik dan lengkap oleh Security yang sedang bertugas.

Setelah meminta formulir ini, anda juga bisa meminta petunjuk pengisianya beserta syarat-syarat yang diperlukan.

Formulir ini harus ada tanda tangan dan stempel dari perusahaan, jadi setelah diisi secara baik dan benar, anda harus mendatangi perusahaan dimana peserta BPJS Ketenagakerjaan bekerja.

 

7. Kartu BPJS Ketenagakerjaan atau Kartu Jamsostek?

Saat mengurus klaim santunan kematian tempo hari, kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang dimiliki oleh almarhum suami saudara saya itu masih dalam bentuk kartu Jamsostek lama.

Hal ini tidak menjadi masalah.

Anda bisa menggunakan Nomor Kartu Peserta Jamsostek ini untuk mengisi kolom nomor BPJS Ketanagakerjaan pada form Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM) secara sekaligus yang sedang di urus.

Baca Juga :  Cara Cek Saldo Jaminan Pensiun BPJS ( Secara Online )

Oh ya kartu BPJS Kesehatan tidak perlu disertakan dalam pengisian formulir ini.

Karena kemarin saudara saya sempat salah mengisi kolom nomor BPJS Ketanagakerjaan pada form Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM) secara sekaligus menggunakan nomor kartu BPJS Kesehatan.

Ampun deh….!

 

8.Bisakah Menggunakan Rekening Tabungan Milik Saudara?

Untuk pencairan klaim santunan kematian ini bisa diminta secara tunai maupun transfer bank. Tapi mengingat jumlah santunan yang diterima mencapai puluhan juta maka demi kemanan anda harus menerima pencairan tersebut menggunakan transfer bank.

Bagaimana kalau ahli waris tidak memiliki rkening bank? Jangan  khawatir!

Jika ahli waris tidak memiliki rekening tabungan, nanti akan dibantu oleh BPJS untuk dibuatkan rekening tabungan dengan Bank yang telah bekerjasama.

Untuk yang saya urus kemarin, ahli waris dibuatkan rekning tabungan Bank Bukopin.

 

9. Berapa Besaraan Santunan Kematian?

Besaran santunan program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM) yang diterima oleh saudara saya kemarin adalah sebesar Rp. 24.000.000,-

Ditambah dengan tabungan / premi bulanan sebesar Rp. 7.000.000,-

Sehingga total santunn yang diterima oleh ahli waris sebesar Rp.31.000.000,-

Angka ini mungkin akan berbeda jika besaran santunan dari BJPS Ketenagakerjaan sudah berubah.

Begitu juga jangka waktu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari pesserta akan mempengaruhi besaran yang diterima

10. Kapankah Kadaluarsa Klaim Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan?

Tempo hari saya sempat bertanya apakah ada masa kadaluarsa pengurusan klaim santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan?

Saya bertanya seperti ini karena khawatir dengan proses pengurusan surat-surat yang belum selesai, sedangkan almarhum meninggal dunia sduah lebih dari 2 bulan.

Lalu saya juga sempat mendengar jika dalam 3 bulan setelah kematian tidak diurus maka akan hangus.

Tapi ternyata semua itu tidak benar, karena menurut penjelasan petugas yang ada di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Mangga Dua, tidak ada kadaluarasa.

Hanya saja kita disaranan untuk segera memproses pengurusan klaim santunan kematian ini.

 

Kesimpulan

Mengurus klaim santunan kematian dari BPJS sangat mudah, karena setelah dokumen diverifikasi hanya butuh waktu 2-3 hari dan dapat dipastikan klaim akan segera cair 100%.

Yang membuat pengurusan ini menjadi lama adalah karena kelengkapan dokumen yang perlu dipersiapkan.

Semoga dengan saya berbagi cerita ini bisa menjadi informasi bagi anda yang sedang dan akan mengurus klaim santunan kematian dan jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan.

Semoga bermanfaat dan bagikan informasi ini kepada teman-teman anda juga.

Salam,

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *