Cara Puasa Tasu’ah dan Asyura ( Niat dan fadilahnya )

Posted on

Puasa Tasu’ah dan Asyura adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan setiap tanggal 9 dan 10 Muharam untuk mengharapkan penghapusan dosa dan sebagai cara untuk menyelisihi puasa kaum yahudi.

Manfaat atau fadilah puasa Tasu’ah yang dilaksanakan tiap tanggal 9 Muharam adalah menghapus dosa setahun yang lalu, sementara puasa Asyura yang dilaksanakan tanggal 10 Muharram untuk menyelisihi puasa kaum yahudi.

Dalil Puasa Asyura

Hadits Urwah, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa saat zaman jahiliyah dahulu orang-orang Quraisy melaksanakan puasa Asyura.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan umatnya untuk melaksanakan puasa tersebut. Sampai turun kewajiban puasa Ramadhan.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagi yang ingin, silakan puasa, bagi yang tidak puasa juga tidak mengapa.”

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari tiga jalur; dari az-Zuhri, Hisyam bin Urwah, dan ‘Arak bin Malik.

Hadits jalur az-Zuhri yang diriwayatkan oleh al-Bukari, terdapat dalam kitab Shahih-nya pada Kitab al-Hajj, bab firman Allah Ta’ala, ‘Ja’alal ka’bata al-bait..’ hadits no. 1592.

Kemudian di Kitabush Shaum, bab Shaum Yaumu Asyura, hadits no. 2001. Lalu di Kitabut Tafsir, bab ‘Yaa Ayyuhalladzina amanuu kutiba ‘alaikumush shiyam..’, hadits no. 4502.

Kemudian di Shahih Muslim, pada Kitabush Shiyam, hadits no. 2639. Ada juga riwayat Ibnu Majah pada Kitabush Shiyam, bab Shiyam Yaumu Asyura, hadits no. 1733.

Dari jalur az-Zuhri, banyak juga ulama yang meriwayatkan hadits ini. Seperti Aqil, hadits no. 1925. Lalu Syu’aib, hadits no. 2001 (sama dengan riwayat al-Bukhari). Lalu Sufyan bin ‘Uyainah, hadits no. 4502. Muslim, hadits no. 2639. Kemudian Ibnu Abi Dzi’bi dalam Hadits Ibnu Majah, hadits no. 1733.

Sedangkan hadits Hisyam bin Urwah telah dikeluarkan oleh al-Bukhari di beberapa tempat dalam kitan Shahih-nya. Dalam Kitabush Shaum, bab Shaum Yaumu Asyura hadits no. 2002. Kitab Manaqibul Anshar, bab Ayyamul Jahiliyyah, hadits no. 3831. Kitabut Tafsir, bab ‘Yaa Ayyuhalladzina amanuu kutiba ‘alaikumush shiyam..’, hadits no. 4504.

Baca Juga :  Cara Belajar Naik Motor Matic Bagi Pemula, Pasti Cepet Bisa

Muslim dalam kitab Shahih-nya, Kitabush Shiyam, hadits no. 2637. At-Tirmizi dalam kitab Jami’-nya, Kitabush Shaum, bab Rukhshah meninggalkan shaum yaumu Asyura, hadits no. 753, beliau berkata, “ini hadits Shahih”. Abu Daud, dalam kitab Sunan-nya, Kitabush Shiyam, bab Shaum Yaumu Asyura, hadits no. 2442.

Adapun Hadits dari Jalur ‘Arak bin Malik, telah riwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitabush Shaum, bab Wujub Shaum Ramadhan, hadits no. 1893. Lalu oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya, Kitabush Shiyam, hadits no. 2641.

 ( Sumber )

 

Niat Puasa Tasu’a dan Asyura

Niat puasa Tasu‘a bisa dibaca dalam hati, boleh dibaca jahr ( agak keras ), sedangkan bacaan niat puasa tasu’a sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

“Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah Swt.”

 

Sedangkan niat puasa sunnah Asyura adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

“Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt.”

 

Jika niatnya dilakukan pada saat siang hari, sebelum tergelincirnya matahari maka lafalnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ

“Aku berniat puasa sunnah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah Swt.” 

 

Amalan Malam Asyura ( 10 Muharam )

Amalan yang paling afdhol dilakukan pada malam Asyuroa adalah Shalat 2 raka’at atau 100 raka’at, bacaan tiap raka’at setelah Fatihah Al-Ikhas 3x.

Niatnya:
“Aku niat shalat malam Asyura 2 raka’at sunnah karena Allah Ta’ala.”

Setelah shalat membaca Tasbih 70x, Shalawat 70x, Ayat Kursi 360x beserta Basmalah.

Fadilahnya:
> Akan diberi kenikmatan ketika matinya.
> Kehidupannya menjadi berkah.
> Diberi pahala ibadah penduduk 7 lapis langit.

 

Amalan Siang Hari

1. Puasa

Fadilahnya:
> Diberi pahala 10 ribu ibadah Malaikat
> 10 ribu pahala orang yang mati syahid
> 10 ribu pahala ibadah haji dan umrah
> dihapus dosa setahun yang telah lampau
> diberi pahala puasa setahun
> dihapus dosa 60 tahun
> dan ditulis ibadah 60 tahun siangnya berpuasa malamnya beribadah.

Baca Juga :  Cara Agar Cepat Tinggi Badan (Alami Tanpa Latihan Ekstrim)

Disunnahkan puasanya dari tanggal 9 – 10 atau 10 – 11
Karena orang Yahudi pun suka berpuasa di hari Asyuro.

 

2. Shalat 4 raka’at 1x salam.

Bacaan tiap raka’at Al-Ikhlas 50x.

Shalatnya bisa digabungkan dengan shalat dhuha.

Niatnya:
“Aku niat shalat dhuha dan hari Asyura 4 raka’at sunat karena Allah Ta’ala.”

Fadilahnya:
Dihapus dosa 50 tahun yang telah lampau, 50 tahun yang kemudian dan dibangun di alam arwah seribu istana terbuat dari cahaya.

 

3. Silaturrahim.

Fadilahnya:
Panjang umur dan luas rezeki.

 

4. Mengunjungi alim ulama baik yang masih hidup atau sudah wafat.

Fadilahnya:
Diberi pahala ibadah 70 tahun.

 

5. Menengok orang sakit.

Fadilahnya:
Seakan-akan menengok seluruh keturunan Nabi Adam as.

 

6. Memkai celak mata.

Fadilahnya:
Selama setahun dijaga dari penyakit mata.

 

7. Mengusap kepala anak yatim.

Fadilahnya:
Setiap 1 helai rambut 1 derajat di surga.

 

8. Bersedekah.

Fadilahnya:
> Sama dengan pahala sedekah setahun.
> Permohonannya dikabulkan.
> Bila memberi makan, maka seakan-akan ia telah memberi makan seluruh umat Nabi Muhammad hingga kenyang.
> Bila memberi minum, maka di hari kiamat tidak akan merasa haus selamanya dan seakan-akan ia tidak bermaksiat sekejap matapun.

 

9. Mandi.

Fadilahnya:
Selama setahun tidak akan sakit, kecuali sakit menjelang kematian.

 

10. Menggembirakan keluarga.

Fadilahnya:
> Allah akan memperluas rezekinya selama setahun penuh.

 

11. Memotong kuku.

Ada 5 kesucian (fitrah):
1. Mencukur bulu kemaluan.
2. Khitan.
3. Mencukur kumis.
4. Mencabut bulu ketiak.
5. Memotong kuku.

 

12. Membaca surat Al-Ikhlas 1000x.

Fadilahnya:
Ketika sakaratul maut akan diperlihatkan tempat duduknya di surga atau diperlihatkan kenikmatan-kenikmatan surga.

 

Doa-doa Hari Asyura

Doa-doa yang dianjurkan ketika hari Asyura
diantaranya adalah :

حَسْبِيَ الله وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Disebutkan oleh beberapa ulama diantaranya al-Allamah Dairobi , Sayyid Muhammad al-Amirus, al-Allamah Syeikh Ajhuri:

Barang siapa yang membaca doa diatas sebanyak 70x pada hari Asyura dan kemudian dilanjutkan membaca doa di bawah ini :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آِلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَامَلْجَأَ وَلَامَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ. سُبْحَانَ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلِّهَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَلَاحَوْلَا وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَهُوَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرَ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ أَجْمَعِيْنَ.

Baca Juga :  Jajanan kuliner yang pas dinikmati buat musim hujan, check disini!!!

sebanyak 7x , maka Allah akan menjaganya dari kejelekan pada tahun itu, dan insyaAllah tidak akan meninggal di tahun itu. Adapun orang yang sudah dekat ajalnya tidak diberi taufik oleh Allah untuk membaca doa tersebut.

 

Disebutkan dalam kitab “Fathul Bari” : Beberapa kalimat barang siapa membacanya di hari Asyura maka hatinya tidak akan mati, yaitu :

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَي الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ ، وَاللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ، سُبْحَانَ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا، اَلْحَمْدُ لِلهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا ، وَاللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا ، أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلِّهَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَلَاحَوْلَا وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ أَجْمَعِيْنَ.

 

Dan juga dianjurkan untuk membaca doa ini :

اَلَّلهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا مُفَرِّجَ ذِى النُّوْنِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاجَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاغَافِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاكَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهَارُوْنَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوْحَ مُحَمَّدٍ حَبِيْبِكَ وَمُصْطَفَاكَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا رَحْمنَ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ وَاقْضِ حَاجَتِيْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَطِلْ عُمْرِيْ فِي طًاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَأَحْيِنِيْ حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنِيْ عَلَى الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ، يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

 

Sumber kitab :

١. احياء علوم الدين
٢. الغنية
٣. كنز النجاح والسرور
٤. خزينة الأسرار
٥. تنبيه الغافلين
٦. ارشاد العباد
٧. اعانة الطالبين
٨. الفوائد المختارة
٩. مناهيج الامداد
١٠. نهاية الزين




Tidak menemukan solusi yang anda cari? silahkan kirim email kepada redaksi anekacara.com dengan permasalahan serta solusi yang anda inginkan. Kirim kan email ke : redaksi@anekacara.com