Supermoon 2018: Kapan dan Bagaimana Cara Melihatnya Dengan Jelas?

Wolf moon telah muncul pada  1 Januari 2018 lalu dan menjadi Supermoon pertama di tahun 2018, dengan ukurannya yang lebih besar dan cahayanya yang lebih terang. Ini akan menjadi yang pertama bertepatan dengan tahun baru 2018. Tak hanya itu, supermoon diprediksi berjarak lebih dekat dibandingkan dengan sebelumnya.

Menyaksikan supermoon di awal tahun baru 2018 ini akan menjadi hal berbeda. Orang-orang menantikan momen ini, di mana bulan terlihat sangat dekat dengan bumi, besar, dan terang, hingga seperti bisa disentuh

Apa itu Supermoon?

Supermoon adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan.

Secara spesifik, bulan super bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan tampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer. ( wikipedia )

Infographic dari space.com ini akan menjelaskan bagaimana proses supermoon terjadi.

Kapan Supermoon 2018 Terjadi?

BMKG menyebut masyarakat sudah bisa mulai menikmati Supermoon sejak 1 Januari 2018 malam.

Untuk wilayah Indonesia Supermoon bisa dilihat sebanyak dua kali fase purnama pada Januari 2018.

 

Supermoon Fase Pertama

Fase pertama terjadi di awal tahun pada 2 Januari 2018 dan fase berikutnya terjadi di tangga; 30 dan 31 Januari 2018.

Pada tanggal 2 Januari, fenomena Supermoon ini mulai bisa dilihat pada pukul 04:48 WIB. Sayangnya, fase puncak Supermoon ini baru terjadi pada pukul 09:24 sehingga tidak dapat dilihat karena bulan sudah terbenam di wilayah Indonesia.

 

Supermoon Fase Kedua

Supermoon fase kedua akan terjadi mulai 30 Januari 2018 pukul 16:56 WIB dimana saat itu jarak bulan dan bumi hanya 358.993 km atau terpaut 2 km dari sebelumnya.

Baca Juga :  4 Cara Agar Sepatu Cepat Kering Di Musim Hujan ( Paling Cepat )

Untungnya puncak fase purnama Supermoon ini dapat dilihat di malam hari karena akan terjadi pada 31 Januari 2018 pukul 20:26 WIB.

Kejadian Supermoon di akhir Januari ini banyak ditunggu karena karena akan disertai dengan gerhana bulan total.

Gerhana diperkirakan akan terjadi dari awal malam hingga tengah malam.

Gerhana dapat diamati dari seluruh Indonesia. Gerhana total ini akan terjadi selama satu jam 16 menit yang menyebabkan Bulan akan berwarna merah.

 

Bagaimana Cara Melihat Supermoon

Meskipun tidak diperlukan alat khusus untuk menikmati pertunjukan langit yang indah ini, tapi bagi para pengamat yang menggunakan kamera dengan lensa tele, teropong, atau teleskop memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemandangan bulan yang lebih baik.

Jika langit malam Anda mendung, Anda masih bisa menyaksikan supermoon secara online melalui webcast gratis dari Virtual Telescope Project. Para astronom akan memberikan gambar selama supermoon terjadi saat naik di atas monumen legendaris Roma, Italia.

Supermoon juga dapat disaksikan lebih maksimal dengan pergi ke tempat gelap yang jauh dari cahaya seperti lampu atau pergi ke desa, sekaligus berlibur.

Saat berada dalam posisi lebih dekat dan lebih cerah penampakannya, bulan akan terlihat oranye dan merah. Namun, setelah dia berada di posisi yang semakin tinggi di langit, warnanya akan kembali putih atau kuning.

Bagaimana Cara Memotret Supermoon

Para fotografer disarankan mengunduh aplikasi dan peta untuk melacak perubahan bulan agar mendapatkan waktu terbaik mengambil gambar.

Sebua“Coba dan lihat bulan saat mendekati cakrawala karena kondisi ini dapat menciptakan ilusi optik yang akan membuat bulan terlihat lebih besar dan lebih spektakuler

Dilansir laman Space, seorang fotografer profesional NASA bernama Bill Ingalls, berbagi tips bagaimana cara memotret peristiwa Supermoon dengan mudah namun tetap terlihat layaknya sang profesional. Berikut caranya:

Baca Juga :  Cara Mengetahui Shio Diri Sendiri Berdasarkan Tanggal Lahir

1. Lengkapi Pemandangan Supermoon dengan Latar

“Latar akan memperkuat pemandangan Supermoon. Bisa seperti bangunan landmark, gedung dan lainnya. Pastikan komposisi horizontal setara dengan Bulan dan latar yang diambil,” kata Bill.

2. Pilih Lokasi dengan Baik

 

“Kalau ingin cahaya Supermoon terlihat sangat terang, pergi ke tempat di mana tidak ada cahaya lampu kota atau polusi cahaya. Cari tempat seperti lapangan atau tempat yang bebas dari perumahan, gedung-gedung, juga pohon-pohon,” sambungnya.

3. Out of The Box

 

“Kadang, berpikirout of the box itu perlu. Coba gunakan alat pencahayaan untuk menghias pemandangan Supermoon jadi lebih menarik. Contoh saja, saya pernah menggunakan lampu berwarna merah saat memotret Bulan. Hasilnya sangat menakjubkan,” kata Ingalls.

Berkat cahaya buatan yang ia gunakan, hasil foto Supermoon yang ia ambil kala itu tampil dengan efek cahaya kemerah-merahan yang cantik dan memanjakan mata.

“Manfaatkan orang-orang di sekitarmu. Buat mereka jadi objek bersama dengan Bulan. Seolah mereka menggenggamnya. Padahal itu cuma taktik ilusi optikal,” ia meneruskan.

4. Gunakan Teknik DSLR

 

“Perlu diperhatikan, Bulan adalah objek yang terus bergerak. Gunakan teknik DSLR untuk menyeimbangkan objek demi mendapatkan exposure yang tepat. Dalam hal ini, penggunaan shutter speed juga harus dimanfaatkan lebih cepat,” sambungnya.

5. Tidak Punya DSLR? Gunakan Smartphone

“Kalau mau pakai smartphone, justru pergi ke daerah perkotaan dengan latar bercahaya. Ya Supermoon-nya tidak akan tampak terang. Setidaknya kita bisa dapat satu frame penuh Supermoon dengan latar yang indah,” tutur Bill menjelaskan.

Cara mengambilnya juga mudah, saat hendak mengambil foto, tap layar dan tahan hingga muncul pilihan menerangkan atau menggelapkan exposure foto. “Kamu bisa menerangkan eksposur foto agar latar tampak lebih jelas bersama dengan pancaran cahaya Bulan,” tutupnya.

Baca Juga :  Cara Cek Resi GoJek Secara Real Time ( Cepat dan Akurat )

 

Mitos dan Fakta seputar Supermoon

Banyak sekali mitos yang beredar seputar supermoon  dimasyarakat yang kebenaranya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Seperti yang yang dilansir liputan6.com berikut ini mitos dan fakta seputar Supermoon

1. Supermoon tidak menghancurkan bumi

Anggapan bahwa supermoon akan menghancurkan Bumi adalah mitos belaka. Supermoon terjadi saat bulan berada di orbitnya yang membawanya paling dekat ke Bumi dan dalam fase penuhnya. Selain itu, supermoon merupakan kejadian normal sejak bulan berada di orbit elips, dan tidak akan membuat orbit Bumi berantakan, NASA pun mengatakan demikian.

2. Supermoon tidak akan membuat orang menjadi gila

Penelitian mengungkapkan bahwa supermoon tidak mempengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang. Selain itu, fenomena ini juga tidak dapat menyebabkan penyakit mental dan kejiwaan apapun.

3. Tidak semua supermoon sama

Jarak antara bumi dan bulan dapat bervariasi sebanyak diameter Bumi selama bulan tertentu. Rata-rata, jarak Bulan sekitar 30 diameter tanah dari bumi saat fenomena ini terjadi. Gravitasi Matahari bertanggung jawab untuk menarik Bumi dan bulan ke arah yang lebih dekat, menyebabkan variasi orbital.

4. Supermoon terbesar

Jarak terdekat antara bumi dan matahari terjadi setiap Desember. Hal ini berarti bahwa gravitasi bintang menarik Bulan lebih dekat dengan Bumi. Karena hal inilah, fenomena supermoon terbesar terjadi setiap Desember.

5. Terjadi setiap tahun

Supermoon terjadi setiap tahunnya dan dapat dilihat dari banyak penjuru Bumi. Biasanya, fenomena ini akan menarik perhatian masyarakat di seluruh dunia untuk mengabadikannya dengan kamera. Bahkan, banyak orang yang rela menunggu beberapa jam untuk mengabadikan momen langka ini.

CNN Indonesia membuat sebuah infographic yang sangat bagus sekali terkait dengan mitos dan fakta Supermoon

 

Kalau kemarin belum sempat menyaksikan keindahan supermoon, pastikan catat tanggal dan waktunya supermoon fase kedua yang akan terjadi di akhir bulan januari 2018 nanti.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *